Minggu, 20 Mei 2018

SATU HARI BERSAMANYA

Aku tinggalkan sejenak kota yang panas itu.
banyak sekali yang tidak ingin aku pikirkan. Hanya membawa satu ransel dan berbalutkan kain tenun buatan Lombok sambil mengenggam sebuah novel karya Boy Candra aku bersandar pada dinding kaca kereta tujuan Yogyakarta. Ya aku pilih kota istimewa itu. Bagiku jogja adalah kota yang menarik untuk selalu aku kunjungi. Hanya mendengar gesekan rel dan roda kereta malam itu, aku senang kemudian terlelap malam itu.

Pagiku tiba, aku telah berada dikota istimewa. Tak sabar untuk menjelajahi berbagai sudut jogja, keluarlah aku dari stasiun kereta dan menghirup udara sejuk jogja yang pagi itu sedang mendung. Secangkir kopi mungkin cocok bagiku untuk melengkapi pagi yang dingin ini. Beberapa menit minum kopi, akupun langsung pergi. Baru saja lima belas langkah aku meninggalkan kafe itu lalu..
"mbak mbak"
masih aku hiraukan. Barangkali bukan memanggilku.
Tak lama ada seseorang yang sepertinya menyamai kecepatan berjalanku, dan ia berjalan tepat disampingku. Dia berkata 
"Suka baca novel boy candra ya?"
aku kaget dan langsung berbalik kearahnya
"kenapa tau?"
"iseng doang"
"ko bisa"
"bisalah"
kemudian ia menunjukkan novel boy candra yang sejak tadi ia sembunyikan di belakang punggungnya.
"ini punyamu mbak tadi ketinggalan di 
kafe"
"Yaampun terimakasih ya"
"sama sama"
aku balas dengan senyuman saja

"Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku, sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu."
tiba tiba dia berkata seperti itu. Lalu kubalas
"Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan berkepanjangan. Aku belajar menerima diri; bahwa aku memang bukan orang yang kau inginkan. Kelak, suatu hari nanti kau juga harus belajar menyadari. Bahwa kau sudah kulupakan dan bukan orang yang penting kemudian."
kami berdua pun tersenyum lalu berkata
"sebuah usaha melupakan!!!"

Ya, dialog yang sejak tadi kita mainkan adalah sebuah kutipan dari novel boy candra yang judulnya Sebuah Usaha Melupakan.
"Suka boy candra juga?" ku tanya.
"enggak. Gasuka"
"tapi itu tau?"
"saya gasuka boy candra. Saya masih suka wanita"
"hahaha"
"ketawa"
"maksudku suka baca novelnya juga"
"hmm sedikit sih. Gak terlalu"
"oalah"
"mau kemana mbak pagi-pagi sudah bawa tas ransel?"
"oh saya lagi mau liburan aja di jogja"
"boleh ikut?"
"kemana?"
"kemana aja"
"tapi.."
belum aku selesai bicara dia langsung memotong
"udah, saya tahu tempat yang asik di jogja. Ayo ikut"
Ya boleh juga, daripada aku jalan sendiri tanpa tujuan. Pikirku.

Seharian dia mengajakku jalan-jalan keliling jogja, mengunjungi tempat-tempat indah yang belum pernah aku kunjungi, kemanapun sampai aku kelelahan. Tiba ditempat wisata kalibiru, tempat yang menurutku sangat indah, kita duduk diatas, sambil melihat alam yang begitu hijau kita saling bertukar cerita. Sungguh indah ciptaan-Nya.
"Jadi ngapain kamu ke jogja sendirian" katanya
"Aku cuma ingin main aja. Biar ga kepikiran dia terus"
"dia?"
"iya, mantan pacarku'"
"kenapa putus"
"udah ga cocok"
"klasik"
"hmm"
"kenapa?"
"ya aku tau dia sayang aku, tapi mungkin caranya salah. Makanya aku putusin"
"menyesal"
"enggak"
"kamu akan dapetin kebahagiaan kamu kok. Tidak sekarang tapi. Barangkali Tuhan sedang tidak ingin kamu jatuh cinta. Agar bisa mencintaimu lebih lama."
aku hanya tersenyum. Lagi-lagi dia mengutip tulisan boy candra.
"Lalu kenapa kamu seharian bersamaku? memangnya tidak ada kerjaan?"
"nanti saya cerita di tempat lain"
"hmm"
Saking asyiknya bercerita, tak terasa senja sudah hampir usai. 
"mau liat lagi ciptaan-Nya yang lebih indah?''
"boleh"
"ayo!!"

Hari sudah mulai gelap, ia tancap gas sepeda motornya. Bersamanya, aku dibawa menaiki bukit. Semakin atas semakin jelas indah ciptaan-Nya. Sampailah kita dipuncak.
"ini namanya bukit bintang. Indah bukan"
"Iya, aku suka ada disini"
"kamu bisa mengendarai motor?" tanyanya.
"tidak hehe memangnya kenapa?
"tidak"
"hmm. jadi kenapa kamu malah main bersamaku? katanya tadi mau cerita"
"saya lagi hancur"
"kenapa?"
"saya lagi mikir buat lepasin orang yang saya cintai atau tetap pertahanin dia"
"memangnya kenapa harus begitu"
"rumit"
"cerita"
"butuh 3 hari saya cerita sampai beres"
"ih. ringkasnya saja"
"sudahlah"
"hmm"
"kenapa coba saya bawa kamu kesini"
"kenapa?"
"saya pingin ada orang yang lihat detik-detik saya hilang dari dunia ini"
"hah? maksudnya?" tanyaku kaget.
"kamu pasti mengerti."
"Jangan lakuin itu bodoh. jangan nakut nakutin aku!!!"
dia hanya diam. aku ketakutan. Spontan aku berkata
"woy gua gampar lu!!!"
lalu ia berkata 
"eeeh iya iya becanda hahahahaha"
"gak lucu!"
"maaf ya hahaha" 
"nyebelin  woy. Takut tau"
"iya iya maaf ya" sambil merayu
"huhh"

Saat itu, kita saling diam, hanya diam. Menikmati indahnya malam, tak pernah aku sangka bisa duduk di alam yang indah bersama orang yang bahkan aku tidak tahu namanya.
"hai" dia menyapaku, melihat kearahku.
"apa?"
"Aku percaya, selalu ada kejutan yang tak pernah kita duga. Mungkin dengan orang yang tak pernah kita duga pula."
aku hanya tersenyum mendengar perkataannya. Kata-kata yang familiar di telingaku.
"ini tempat terakhir yang kita kunjungin bareng-bareng"
"iya" kataku.
"boleh aku tahu namamu?"

Sampai saat itu, satu hari bersamanya, menurutku sangat berkesan. Perihal aku memberi tahu namaku atau tidak kepadanya, itu rahasia. Saatnya aku kembali pada kenyataanku. Langkahku pasti akan terbawa lagi kesana. Karena aku percaya akan selalu ada sesuatu di jogja.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar